Posisi Anda : Home » Sosial Politik » Reformasi Birokrasi Amplop. Mungkinkah?
Kategori: Sosial Politik
Rp. 51.000
Rp. 45.900
 
Reformasi Birokrasi Amplop. Mungkinkah?
Kajian Administrasi Publik berkembang lebih cepat paska diterapkannya otonomi daerah. Tuntutan reformasi birokrasi menjadi hal yang niscaya dimasa-masa setelahnya. Namun terkadang impian perubahan tidaklah semudah mimpi yang sering diputar di meja-meja kajian. Sistem dan banyaknya oknum???? administrator turut menjadi kendala pelik dalam reformasi birokrasi. Sistem dan oknum yang lebih pro kepada market/pasar cenderung mengenyampingkan kepentingan publik. Tak heran, banyak air mata rakyat jelata yang harus tumpah karena ketidakpedulian???? elit, mereka menjerit dan nerimo???? dengan segala keadaannya. Semua karena memang publik tak berdaya. Sampai disinilah diperlukan komitmen elit untuk lebih berpihak kepada wong cilik????, kepada rakyat jelata. Komitmen inilah yang melahirkan rasa mau mendengar???? dari kemauan publik????. Suara publik dihadapan elit dan decision makers bagaikan emas, intan, bahkan lebih dari itu, ia melantun seperti lantunan indah syair Sang Shakespeare.

Pertanggungjawaban juga bukan hal yang main-main dalam reformasi birokrasi. Aparat pemerintah dengan segala kewenangannya harus mampu dan mau secara transparan mempertanggungjawabkan apa yang akan dan telah dilakukannya. Setiap aktifitas pemerintah harus dapat diukur kaberhasilannya, pemerintah harus mempublish indikator dari aktifitasnya sehingga publik dapat mengetahui bahwa pemerintah benar-benar bersih???? dan ikhlas???? melakukan aktifitas untuk menyejahterakan publik. Sekelumit hal di atas dapat Anda temukan dalam buku ini, perspektif dalam buku ini diharapkan dapat memperkaya bacaan kritis???? untuk mencermati fenomena administrasi publik di Indonesia. Diskusi tentang reformasi birokrasi yang lebih hangat???? diharapkan dapat hadir setelah Anda membaca buku ini.
Buku Lainnya